Unsurintrinsik adalah unsur-unsur yang ada di dalam batang tubuh suatu karya sastra. (Altenberd dan Lewis, 1966: 58 via Nurgiyantoro, 2009: 188). Tokoh berkembang adalah tokoh yang memiliki perkembangan watak sesuai dengan peristiwa dan alur cerita yang mempengaruhi tokoh tersebut (Nurgiyantoro, 2009: 188). Tindakan baik verbal maupun Perilakutokoh yang diceritakan pada cuplikan cerita tersebut adalah mematikan lampu ketika maya tidur, dan menghidupkan lampu ketika temannya sudah tidur dan maya baru tidur, perilaku ini timbul karena maya takut kegelapan. 2. Kerjakanlah latihan berikut ! a. Perhatikanlah kutipannya! b. Bagaimana watak tokoh pada cuplikan cerita tersebut? . Salah satu bagian dari unsur intrinsik fabel adalah tokoh dan penokohan/perwatakan. Tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita fiksi sehingga peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita. Penokohan/perwatakan adalah cara pengarang menampilkan tokoh-tokoh dalam cerita sehingga dapat diketahui karakter atau sifat para tokoh itu. Lewat penokohan ini, pengarang dapat mengungkapkan alasan logis terhadap tingkah laku tokoh. Perwatakan atau penokohan dalam suatu cerita adalah pemberian sifat baik lahir maupun batin pada seorang pelaku atau tokoh yang terdapat pada cerita. Ada 3 jenis penokohan yang digambarkan dalam fabel, yaitu Protagonis Tokoh yang yang menjadi aktor atau pemeran utama dan mempunyai sifat yang baik. Antagonis Tokoh ini juga menjadi pemeran utama yang menjadi lawan daripada tokoh protagonis. Tokoh antagonis memiliki watak yang negative, seperti iri, dengki, sombong, angkuh, congkak dan lain-lain. Tritagonis Tokoh ini adalah tokoh penengah dari protagonis dan antara antagonis. Tokoh ini biasanya memiliki sifat yang arif dan bijaksana. Berdasarkan penjelasan di atas, watak kedua tokoh kutipan fabel di atas adalah Ayam, cerdik, hal ini dapat dibuktikan dengan tindakan tokoh ayam yang mengelabui serigala sehingga ia bisa melarikan diri. Dibuktikan pada kalimat "Tunggu! Agar dagingku terasa lebih lezat, sebaiknya kau berdoa terlebih dahulu!" ujar Ayam meyakinkan. Serigala, mudah ditipu, watak ini terlihat dari serigala yang mudah dikelabui oleh ayam untuk berdoa sambil menutup mata hingga ayam bisa melarikan diri. Dibuktikan pada kalimat Serigala pun menuruti perkataan Ayam. Dengan semangat, Serigala pun menutup kedua matanya. Dengan demikian, watak dari kedua tokoh di atas adalah ayam cerdik, serigala mudah ditipu. JawabanPenjelasanKutipan 1- nama tokoh EmakWatak sederhana, merasa rendah penggambaran penulis menggambarkan tokoh "Emak" yang menolak datang ke sekolah karena tokoh tersebut merasa Juga Bagaimana Watak Dari Tokoh yang Ada Pada Cuplikan-Cuplikan Tersebut- nama tokoh Gus akuwatak berpikiran penggambaran Gus aku digambarkan sebagai tokoh yang berpikiran modern dilihat dari cara berbicara yang terkesan mengkritik cara berpikir zaman 2-nama tokoh Akuwatak putus asaCara penggambaran tokoh "aku menganggap dirinya kurang beruntung sehingga ia merasa putus asa-nama tokoh kauwatak optimis, punya tujuan hidup, bersemangatcarfa penggambaran penulis menggambarkan tokoh "kau" sebagaio orang yang memiliki pegangan hidup sehingga mampu berbuat apa saja yang dia inginkan. bagaimana etika dr tokoh yg ada pada cuplikan cuplikan tersebut Bagaimana adab dr tokoh yg ada pada cuplikan cuplikan tersebutTuliskan susila tokoh yg tergambar dlm cuplikan cerita diatasPerbedaan pengembangan budpekerti tokoh pada kedua cuplikan fabel tersebut yaitu etika tokoh dimengerti melaluiPerbedaan pengembangan adab tokoh pada ke dua cuplikan fabel tersebut yakni sopan santun tokoh dikenali melalui Jawaban PenjelasanKutipan 1 – nama tokoh Emak Watak sederhana, merasa rendah diri. Cara penggambaran penulis menggambarkan tokoh “Emak” yg menolak tiba ke sekolah sebab tokoh tersebut merasa minder. Baca Juga Bagaimana Watak Dari Tokoh yg Ada Pada Cuplikan-Cuplikan Tersebut – nama tokoh Gus aku watak berpikiran terbaru. cara penggambaran Gus saya digambarkan sebagai tokoh yg berpikiran terbaru dilihat dr cara berbicara yg terkesan mengkritik cara berpikir zaman dahulu. Kutipan 2 -nama tokoh Aku sopan santun putus asa Cara penggambaran tokoh “aku menganggap dirinya kurang mujur sehingga ia merasa frustasi -nama tokoh kau watak optimis, punya tujuan hidup, bersemangat carfa penggambaran penulis menggambarkan tokoh “kau” sebagaio orang yg mempunyai pegangan hidup sehingga mampu berbuat apa saja yg ia inginkan. Bagaimana adab dr tokoh yg ada pada cuplikan cuplikan tersebut baik hati & tak pilih² Tuliskan susila tokoh yg tergambar dlm cuplikan cerita diatas Jawaban Ceritanya mana kakkk.. kok gak ada?. Perbedaan pengembangan budpekerti tokoh pada kedua cuplikan fabel tersebut yaitu etika tokoh dimengerti melalui Maaf kurang jelas pertanyaan anda Perbedaan pengembangan adab tokoh pada ke dua cuplikan fabel tersebut yakni sopan santun tokoh dikenali melalui Jawaban teks 1 dialog dgn tokoh lain-teks 2 aktivitas tokoh Petunjuk untuk Guru Seperti halnya jenis teks lainnya, cerita pendek dibentuk oleh sejumlah unsur. Adapun unsur yang berada langsung di dalam isi teksnya, dinamakan dengan unsur intrinsik, yang meliputi tema, amanat, alur, penokohan, dan latar. a. Tema Tema adalah gagasan yang menjalin struktur isi cerita. Tema suatu cerita menyangkut segala persoalan, baik itu berupa masalah kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, kecemburuan, dan sebagainya. Untuk mengetahui tema suatu cerita, diperlukan apresiasi menyeluruh terhadap berbagai unsur karangan itu. Tema jarang dituliskan secara tersurat oleh pengarangnya. Untuk dapat merumuskan tema, kita harus terlebih dahulu mengenali rangkaian peristiwa yang membentuk alur cerita dalam cerpen itu. b. Amanat Amanat merupakan ajaran atau pesan yang hendak disampaikan pengarang. Amanat dalam cerpen umumnya bersifat tersirat; disembunyikan pengarangnya di balik peristiwa-peristiwa yang membentuk isi cerita. Kehadiran amanat, pada umumnya tidak bisa lepas dari tema cerita. Misalnya, apabila tema cerita itu tentang perjuangan kemerdekaan, amanat cerita itu pun tidak jauh dari pentingnya mempertahankan kemerdekaan. c. Penokohan Penokohan merupakan cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Berikut cara-cara penggambaran karakteristik tokoh. 1 Teknik analitik langsung Alam termasuk siswa yang paling rajin di antara teman-temannya. Ia pun tidak merasa sombong walaupun berkali-kali dia mendapat juara bela diri. Sifatnya itulah yang menyebabkan ia banyak disenangi teman- temannya. 2 Penggambaran isik dan perilaku tokoh Seperti sedang berkampanye, orang-orang desa itu serempak berteriak- teriak! Mereka menyuruh camat agar secepatnya keluar kantor. Tak lupa mereka mengacung-acungkan tangannya, walaupun dengan perasaan yang masih juga ragu-ragu. Malah ada di antara mereka sibuk sendiri menyeragamkan acungan tangannya, agar tidak kelihatan berbeda dengan orang lain. Sudah barang tentu, suasana di sekitar kecamatan menjadi riuh. Bukan saja oleh demonstran-demonstran dari desa itu, tapi juga oleh orang-orang yang kebetulan lewat dan ada di sana. 3 Penggambaran lingkungan kehidupan tokoh Desa Karangsaga tidak kebagian aliran listrik. Padahal kampung- kampung tetangganya sudah pada terang semua. 4 Penggambaran tata kebahasaan tokoh Dia bilang, bukan maksudnya menyebarkan provokasi. Tapi apa yang diucapkannya benar-benar membuat orang sedesa marah. 5 Pengungkapan jalan pikiran tokoh Ia ingin menemui anak gadisnya itu tanpa ketakutan; ingin ia mendekapnya, mencium bau keringatnya. Dalam pikirannya, cuma anak gadisnya yang masih mau menyambutnya dirinya. Dan mungkin ibunya, seorang janda yang renta tubuhnya, masih berlapang dada menerima kepulangannya. 6 Penggambaran oleh tokoh lain Ia paling pandai bercerita, menyanyi, dan menari. Tak jarang ia bertandang ke rumah sambil membawa aneka brosur barang-barang promosi. Yang menjengkelkan saya, seluruh keluargaku jadi menaruh perhatian kepadanya. d. Alur Alur merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat ataupun bersifat kronologis. Pola pengembangan cerita suatu cerpen beragam. Pola-pola pengembangan cerita harus menarik, mudah dipahami, dan logis. Jalan cerita suatu cerpen kadang-kadang berbelit-belit dan penuh kejutan, juga kadang-kadang sederhana. e. Latar Latar atau setting meliputi tempat, waktu, dan budaya yang digunakan dalam suatu cerita. Latar dalam suatu cerita bisa bersifat faktual atau bisa pula yang imajinatif. Latar berfungsi untuk memperkuat atau mempertegas keyakinan pembaca terhadap jalannya suatu cerita. Dengan demikian, apabila pembaca sudah menerima latar itu sebagai sesuatu yang benar adanya, maka cenderung dia pun akan lebih siap dalam menerima pelaku ataupun kejadian-kejadian yang berada dalam latar itu. f. Gaya Bahasa Dalam cerita, penggunaan bahasa berfungsi untuk menciptakan suatu nada atau suasana persuasif serta merumuskan dialog yang mampu memperlihatkan hubungan dan interaksi antara sesama tokoh. Kemampuan sang penulis mempergunakan bahasa secara cermat dapat menjelmakan suatu suasana yang berterus terang atau satiris, simpatik atau menjengkelkan, objektif atau emosional. Bahasa dapat menimbulkan suasana yang tepat untuk adegan yang seram, adegan romantis, ataupun peperangan, keputusan, maupun harapan. Bahasa dapat pula digunakan pengarang untuk menandai karakter seseorang tokoh. Karakter jahat dan bijak dapat digambarkan dengan jelas melalui kata-kata yang digunakannya. Demikian pula dengan tokoh anak- anak dan dewasa, dapat pula dicerminkan dari kosakata ataupun struktur kalimat yang digunakan oleh tokoh-tokoh yang bersangkutan. Tugas 1. Unsur apa saja yang dominan pada cuplikan-cuplikan cerita berikut? Berkelompoklah untuk mendiskusikan unsur-unsur cerpen. a. Kalau begitu mengapa Syarifudin meninggal pada hari kedua, setelah dia disunat? Darah tak banyak keluar dari lukanya. Syarifudin kan juga penurut. Pendiam. Setengah bulan, hampir, dia mengurung diri karena kau mengatakan kelakuan abangnya sehari sebelum disunat itu. Aku tidak percaya jika hanya oleh melompat-lompat dan berkejaran setengah malam penuh. Aku tidak percaya itu. Aku mulai percaya desas-desus itu bahwa kau orang yang tamak. Orang yang kikir. Penghisap. Lintah darat. Inilah ganjarannya! Aku mulai percaya desas-desus itu, tentang dukun-dukun yang mengilu luka sunatan anak-anak kita. Aku mulai yakin, mereka menaruh racun di pisau dukun- dukun itu. Kalau benar begitu, apalagi yang sekarang mereka sakitkan hati? Aku telah lama mengubah sikapku. Tiap ada derma, aku sumbang. Tiap kesusahan, aku tolong. Tidak seorang dari mereka yang tidak kuundang dalam pesta tadi malam. Kaulihatkan, tiga teratak itu penuh mereka banjiri. Aku yakin mereka telah menerimaku, memaakanku. b. “Terus solusinya bagimana?” ”Kita berempat sudah berunding. Karena Maya takut gelap, dia harus selalu tidur lebih dulu dari kami tidur minimal setengah jam sesudahnya supaya ketika kami mematikan lampu, dia udah tidur. Kalau dia terlambat berarti risiko dia. Tapi karena kami baik, he ... he...” Siwi tertawa sejenak. ”Jika ternyata kami sudah tidur dan dia belum dia boleh menyalakan lampu minyak. Nah ... biar yang lain tidak terganggu sinarnya lampu minyak itu, dia pindah ke tempat tidur yang paling ujung. Bergantian dengan Dinda. Begitu, Bu.” 2. Kerjakanlah latihan berikut sesuai dengan instruksinya! a. Perhatikanlah kutipan-kutipan di bawah ini! b. Bagaimana watak dari tokoh yang ada pada cuplikan-cuplikan tersebut? c. Dalam diskusi kelompok, jelaskan cara pengarang di dalam menggambarkan watak dari tokoh-tokoh tersebut! 1 Aku tahu emak tentu tidak akan datang. Tidak mau, katanya tidak pantas. “Sekolah itu kan tempat priayi lho, Gus. Emakmu ini apakah, ndak ilok kalau berada di tempat itu.” “Oalah, Mak, Mak! Priayi itu zaman dulu, sekarang ini orang sama saja, yang membedakan itu kan isinya,” aku menekankan telunjuk ke keningku. “Itulah Gus yang Emak maksudkan priayi. Emak tidak mau ke tempat yang angker itu. Nanti Emakmu ini hanya akan jadi tontonan saja, karena plonga-plongo kayak kerbau. Kasihan kamu, Gus.” 2 “Kau punya anak, punya istri. Dari itu kau punya pegangan hidup, punya tujuan minimal. Tapi yang terpenting kau punya tangan. Hingga kau dapat mencapai apa saja yang kau maui. Sebagai suami, sebagai ayah, sebagai lelaki, sebagai manusia juga, seperti yang kita omongkan dulu, kau dapat mencapai sesuatu yang kauinginkan. Alangkah indahnya hidup ini, kalau kita mampu berbuat apa yang kita inginkan. Tapi kini aku tentu saja tak dapat berbuat apa yang kuinginkan. Masa mudaku habis sudah ditelan kebuntungan ini.” Kutipan Nama Tokoh Watak Cara Penggambaran 1 2 d. Presentasikan pendapat kelompokmu itu di depan kelompok lain! Mintalah mereka untuk menilai presentasi kelompokmu itu dengan menggunakan rubrik berikut! Aspek Bobot Skor a. Kelengkapan isi presentasi 40 b. Ketepatan penjelasan 40 c. Kelancaran dalam penyampaian 20 Jumlah 100 3. a. Bagaimana keberadaan latar yang ada pada cuplikan-cuplikan berikut? Diskusikanlah secara berkelompok! 1 Kalau Bapak mengizinkan, saya ingin meminjam kendaraan untuk membawanya ke rumah sakit. “Maaf, Pak, pada malam hari kendaraan umum sangat jarang ada”. “Boleh, Pak Asmar. Bawalah anak itu cepat-cepat ke dokter! Ini kunci mobil dan sedikit uang untuk berobat !” 2 Terdengar bunyi langkah di beranda muka, kemudian suara mengucapkan, “Selamat Malam.” Kus terkejut, sebab suara itu dikenalnya, dr. Hamzah, selalu saja ia memburu aku. Apa pula teorinya sekali ini. Didengarnya dr. Hamzah dengan orang tuanya bercakap-cakap dan sekali-sekali kedengaran namanya disebut meskipun kurang jelas benar percakapan itu ke kamarnya. Akhirnya, Kus hendak serta duduk di sana. Jangan-jangan yang tidak-tidak nanti dibicarakannya tentang aku. Kutipan Jenis Latar Waktu Tempat Suasana 1 2 b. Presentasikan pendapat kelompokmu itu di depan kelompok lain! c. Mintalah penilaian mereka atas presentasi kelompok kamu itu. d. Gunakanlah rubrik penilaian seperti di bawah ini! Aspek Bobot Skor a. Kelengkapan isi presentasi 40 b. Ketepatan penjelasan 40 c. Kelancaran dalam penyampaian 20

bagaimana watak dari tokoh yang ada pada cuplikan cuplikan tersebut